TOPIKKITA.COM | CIREBON – Mewaspadai maraknya perjudian Sabung Ayam di Kabupaten Cirebon ditengah Pandemi Covid-19 dirasa perlu disikapi dan harus mendapat perhatian oleh pihak terkait guna menjaga keamanan lingkungan serta kemaslahatan masyarakat.

Disinyalir dan diduga adanya Perjudian Sabung Ayam diwilayah Perbatasan Kecamatan Weru dan Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat, dimana perbatasan kedua Kecamatan tersebut adalah wilayah Hukum Polresta Cirebon tepatnya di tutorial wilayah hukum Polsek Weru.

Salah satu masyarakat yang identitasnya dirahasiakan, sebut saja Mr.X memaparkan, “Kegiatan sabung ayam tersebut sangatlah terang-terangan diwilayah pemukiman warga, bahkan diakala Pandemi Covid-19 pernah berlangsung Sabung Ayam, jelas ini sangat unik, dikala pemerintah melakukan sosialisai Prokes namun disisi lain berlangsung perjudian Sabung Ayam yang diduga adanya pembiaraan oleh oknum,” ungkap Mr.X.

Saat dikonfirmasi, Jumat (12/02/21) Dika, Masyarakat Pemerhati dan Ativis Sosial mengatakan, “Ironisnya, jika benar adanya perjudian Sabung Ayam di wilayah tersebut yang menimbulkan kerumunan masa dan yang jelas menyalahi Undang-undang, saya harap pihak terkait menindaklanjuti hal tersebut demi terciptanya kondusifitas wilayah dikala Pandemi Covid-19”, tuturnya.

Masih dengan Dika, “Sangat disayangkan bilamana dugaan ini benar adanya pembiaraan Sabung Ayam, maka pihak yang terindikasi dugaan pembiaraan tersebut adalah oknum Rt, Oknum Rw serta Oknum Pemdes yang dimana perannya mengingatkan dan melakukan pencegahan hal-hal yang bersifat ketentuan Undang-undang, namun membiarkan tetap berjalan sesuatu kegiatan yang menimbulkan kerumunan bahkan bilamana benar terjadi adanya dugaan Sabung Ayam tersebut, saya yakini ada oknum yang mendalanginya,” terang Dika kepada Topikkita.com.

Ditambahkan Dika, “Apa bila dugaan tersebut benar adanya pembiaraan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab atas terselenggaranya perjudian Sabung Ayam, maka besar harapan saya kepada Pihak Terkait, baik dari tingkat Rt, Rw, Kepala Desa, Camat serta pihak APH dapat menindaklanjuti hal tersebut, adapun pesan saya kepada beberapa Element, baik dari LSM, Ormas bahkan Media agar jangan sungkan dan jangan takut untuk melakukan kebaikan dengan langkah pencegahan hal-hal yang positif, adapun bilamana adanya oknum yang arogansi ketika sudah ditegur maupun diingatkan, maka saya sendiri yang turun tangan langsung sekalipun saya harus berurusan dengan oknum yang arogansi dan merasa kebal hukum”, Tegasnya dengan nada lantang. (Diyan)

BACA JUGA :  Mahasiswa Minta Kejari Transfaran dan Usut Tuntas Dugaan Korupsi SMPN 3 Karang Bahagia