TOPIKKITA.COM|Bandar Lampung – Tokoh Adat Lampung, Dang Gusti Ike Edwin menyatakan bahwa kearifan lokal dari adat istiadat adalah budaya untuk mempersatukan anak bangsa dan mengajarkan tata cara hidup rukun diantara sesama.

“Sebab itulah, adat istiadat harus kita lestarikan. Karena adat istiadat adalah budaya yang tetap relevan dibutuhkan dalam kehidupan di masyarakat masa kini,” tegas Cawalikota Ike Edwin yang berduet bersama Cawawalikota dr. Zam Zanariah yang ikut serta dalam kontestasi Pilkada Bandar Lampung 2020.

Adat istiadat, jelas Dang Ike sapaan akrab Dang Gusti Ike Edwin saat berbincang dalam program Cawo Ekam, yang di gelar di gedung Lamban Kuning, Bandar Lampung, Jumat (5/6/2020) petang, adalah khazanah peninggalan leluhur dan sedari dulu para leluhur tersebut sangat mencintai serta mematuhi budaya adat istiadatnya.


“Sebab itu, saya selaku tokoh adat mengajak seluruh masyarakat Lampung agar tetap mencintai adat budaya Lampung,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan Perdana Menteri Kerajaan Adat Lampung Kepaksian Sekala Brak (dibaca Sekala Bekhak – red) masyarakat Lampung bukanlah sebatas suku asli Lampung saja, namun seluruh suku yang menetap di Bumi Ruwa Jurai, apakah suku Jawa, Sunda, Batak, Tionghoa, Padang dan sebagainya.

“Semua orang yang tinggal di Lampung, itulah yang disebut orang Lampung. Dan sebagai orang Lampung kita harus saling cinta mencintai dan menghargai satu sama lainnya sesuai esensi dari budaya kita bersama,” tegas Ike Edwin yang juga mantan Kapolda Lampung.

Dang Ike menegaskan juga, jika dirinya nanti terpilih sebagai Walikota Bandar Lampung, dirinya akan mempergunakan nilai-nilai kearifan lokal adat budaya dalam menjalankan roda kepemimpinannya bersama dr. Zam.


“Kearifan lokal sangat efektif, utamanya dalam meredam konflik sosial kemasyarakatan. Sebagaimana Polisi kearifan lokal yang pernah saya ciptakan sewaktu jadi Kapolda Lampung dahulu,” tandas Jenderal Polisi berbintang dua tersebut.


“Dalam kearifan lokal adat istiadat terdapat nilai-nilai norma agama yang kuat sekaligus nilai edukasi kepada kita. Sebagai anak bangsa, harus saling mencintai dan bertoleransi antar umat beragama,” Pungkas Dang Gusti Ike Edwin.


(Jaya Saputra/MIJ)