TOPIKKITA.COM | MALUKU UTARA – Petugas Pengangkut Sampah Kota Bobong, akhirnya kembali memutuskan untuk mogok kerja. Mogok kerja para pekerja ini diduga kuat lantaran gaji mereka yang belum terealisasi dan hanya menerima janji manis dari Dinas yang bertanggung jawab untuk membayar gaji para petugas pengangkut sampah. Hal ini disampaikan oleh Mus Fataruba, salah satu petugas pengangkut sampah.

“Gaji juga belum terbayar, yang kerja ini andalkan otot, kami ini manusia yang juga butuh makan, jadi kami mau mogok kerja” jelas Mus Fataruba, salah seorang petugas pengangkut sampah kepada Topikkita.Com. Senin (20/01/2020).

Lanjutnya, mereka akan tetap mogok kerja apabila gaji mereka belum di bayarkan. Sebab yang ia takutkan gaji di Bulan Desember 2019 lalu saja belum terbayar apalagi untuk Januari 2020.

“Gaji yang bulan Desember 2019 saja belum bayar, bagaimana lagi untuk yang januari 2020 ini,” akunya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pulau Taliabu, Ridwan Buamona menjelaskan, sesuai dengan hasil kesepakatan, gaji yang terlambat di Bulan Desember 2019 itu menjadi tanggungjawab Disperkim, sehingga ia meminta kepada para petugas agar bisa bersabar.

“Sesuai hasil kesepakatan rapat tunggakan gaji bulan Desember dari Disperkim akan dibayar dan sementara proses pencairan, haraplah dorang sedikit bersabar karna biasa awal tahun proses pencairan agak terlambat. Yang jelas bahwa tunggakan bulan Desember akan terbayar,” Jelas Ridwan Buamona, saat dikonfirmasi Via WhatsApp pribadinya. *(Hermawan)