H.Satim Widodo, Ketua Pokjaluh Kementerian Agama Kabupaten Bekasi

TOPIKKITA.COM | Karangbahagia, Bekasi – Menyikapi adanya berbagai polemik keagamaan yang selalu digunakan oleh oknum dalam melakukan aksi kejahatan yang sering terjadi baik terorisme, ajaran atau aliran yang menyesatkan, sehingga membuat resah masyarakat dan memicu adanya perpecahan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Maka para tokoh agama dalam hal ini para ustadz dan ustadzah yang memimpin atau mengajar pada majlis ta’lim menjadi penting keberadaannya dalam menanamkan nilai – nilai keagamaan kepada jamaahnya agar bisa menyejukkan suasana dan menguatkan nilai persatuan dan kesatuan dalam kehidupan bermasyarakat dalam ikatan Bineka Tunggal Ika di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Para ustadz / ustadzah harus bisa moderat dan memiliki wawasan kebangsaan yang mumpuni agar bisa menciptakan kondisi suasana masyarakat keagamaan yang harmonis dalam berbangsa dan bernegara.

Ungkapan ini disampaikan oleh H.Satim Widodo, ketua Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) di Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bekasi selaku nara sumber pembicara dalam acara “Silaturahmi Antara Asatidz / Asatidzah” se – Kecamatan Karangbahagia yang dilaksanakan di Podok Pesantren Darussalam pimpinan Kyai Suhaeri di Kampung Kandang, Desa Sukaraya, Kecamatan Karangbahagia, Kabupaten Bekasi. Sabtu (30/11/2019).

Dalam paparannya, H. Satim menyampaikan, “Bahwa kita sebagai guru majlis ta’lim itu (1). Harus berwawasan moderat, yaitu bisa menghindarkan perilaku atau pengungkapan yang ekstrem / keras / kasar, cenderung mengambil jalan tengah dalam menghadapi permasalahan, dan bisa mempertimbangkan pandangan pihak lain. (2). Harus Informatif, yaitu bisa mengkomunikasikan dengan cara dan metode yang baik, perihal materi – materi kajian majlis yang akan disampaikan kepada jamaahnya. Dan yang ke (3). Harus bisa menjadi Motor / Penggerak agar bisa memotifasi jamaahnya melakukan hal – hal kebaikan. Dalam hal ini salah satunya adalah menjalankan program Gerakan Magrib Mengaji (GMM) di majlis – majlis.”. Terang H. Satim.

Pada acara ini, selain para ustadz / ustadzah, juga dihadiri H. Edi Mustawan selaku ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Karangbahagia dan H. Yusuf Syahrudin selaku Sekjen MUI.

*Jurnalis : Saidi