Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dilintasi oleh garis katulistiwa, negara bagian asia tenggara yang memiliki 17.504 pulau didalamnya merupakan negara yang berlimpah akan sumberdaya alamnya.
Ketika itu, para founding father kita berkumpul untuk merebut kemerdekaan dari para penjajah yang datang untuk mengambil kekayaan yang berada di dalam tanah air ibu pertiwi.

Pada 17 Agustus 1945 indonesia berhasil merdeka dan bung karno langsung mengumandangkan proklamasi kemerdekaan di hadapan seluruh rakyat indonesia. bung karno pernah berpesan kepada rakyatnya “perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah, tapi perjuangan kalian akan lebih sulit karena melawan bangsa sendiri”. Kurang lebih seperti itu.

Pergerakan kaum muda untuk kemerdekaan yang seharusnya bisa menjadi sebuah keadilan bagi seluruh rakayat indonesia di khianati bangsa sendiri, akhirnya bung karno di lengserkan. Kini orde baru yang mengambil alih kekuasaan negara kurang lebih hingga 30 tahun memimpin negara kesatuan republik indonesia, berharap agar mendapatkan kesejahtraan bagi rakyat indonesia Faktanya apa yang di terima rakyat Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) selama orde baru memimpin negara ini. Dan para kaum muda berkumpul dan bergerak Suharto kala itu berkuasa pun mau tidak mau mengundurkan diri dari kekuasaannya pada tanggal 21 Mei 1998 yang kala itu terkenal dengan cikal bakalnya lahirnya Reformasi di Negeri ini.

Kini Eranya roformasi sudah berjalan 20 tahun kemerdekaan bagaikan mitos bagi rakyat yang mendengarkan kata itu. Tidak ada henti-hentinya negara ini menghadapi situasi yang amat sangat memerihatinkan, akibat dari konflik dan bencana.

Pergerkan kaum muda dari berbagi elemen kembali pada 24 September 2019 dari semua kalangan mahasiswa, pelajar, dan buruh. Hingga rakyat sipil bersama-sama menuntut tuntaskan Reformasi yang dikorupsi, namun begitu akan tetapi dihari tersebut diwarnai dengan kericuhan yang pada akhirnya menimbulkan korban jiwa, selain itu mengingat dengan adanya gerakan reformasi dikorupsi tersebut juga memakan korban jiwa, baik dijakarta maupun di Kendari yang mengakibatkan meninggal dunia (Randi Yusuf dan Bagas).

saudara-saudara setanah air kita juga harus sama-sama mengingat konflik kemanusiaan yang berada di daerah timur, Indonesia yang terletak di papua menjadi korban kerusuhan akibat sekelompok yang memanfaatkan situasi negara Indonesia kita sekarang.
Akibat dari kerusuhan tersebut lagi-lagi menimbulkan korban jiwa dan warga setempat pun di evakuasi di Polres, Kodim, Gereja, Mushola.

Kemudian saudara-saudara kita di ambon juga mendapatkan musibah bencana alam yang memakan korban jiwa. Maka dari itu kami mahasiswa/i Universitas Pelita Bangsa menyampaikan rasa berbelasungkawa sebesar-besarnya atas banyaknya korban jiwa atas aksi yang terjadi pada 24 – 30 September yang memakan korban jiwa. serta turut berduka cita terhadap korban jiwa yang telah gugur dalam perjuangan dan para korban jiwa akibat kerusuhan di papua serta korban jiwa bencana alam di ambon.

*Fahri (Ketua BEM STT Pelita Bangsa)