TOPIKKITA.COM | PURWAKARTA – Dugaan penyelewengan dana Bansos yang diperuntukkan bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) oleh pemerintah pusat dalam penanggulangan Covid-19 di Desa Gunung Hejo, disinyalir dilakukan secara berantai oleh oknum aparat terkait.

Hal ini terkuak sebagaimana informasi yang di dapat dari beberapa warga Desa Gunung Hejo, Kecamatan Darandang, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Warga menjelaskan, bahwa track record oknum Kepala Desa dalam penyusunan data sebagai aplikasi modarendum pencairan bansos tahap I dan tahap II di nilai sangat lihai demi menguntungkan diri sendiri.

Pasalnya, nama-nama yang di catut oleh Kepala Desa yang disertakan dengan berkas kependudukan warga sebagai syarat untuk dapat mencairkan dana bansos dari kantor pos, ternyata pada peraktiknya warga yang tercantum tersebut sama sekali tidak pernah merasa menerima aliran dana bansos.

Anehnya lagi, menurut informasi warga, setelah di chek ke kantor pos, ternyata dana itu telah di cairkan. Namun entah siapa yang menerima nya. “Sungguh aneh, dan setau kami, baru ini bisa terjadi kenapa dana bansos bisa di cairkan tanpa orang atau perwakilan yang terdaftar sebagai penerima,” jelas beberapa warga.

Jajang, yang saat ini menjabat sebagai manejer kantor pos Kabupaten Purwakarta saat di temui di ruang kerjanya, Kamis (27/08/2020) ia menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukannya dengan teliti. Dan atas permasalahan yang terjadi di Desa Gunung Hejo terkait pencairan bansos tahap I dan II dianggap sudah dilakukan dengan benar.

“Adapun warga yang merasa di rugikan karena namanya di catut tapi tidak merasa menerima, itu sepenuhnya tanggung jawab dari desa,” ujar Jajang.

Terpisah pada tempat berbeda, Kades Gunung Hejo, Sumaryo saat di konfirmasi memaparkan, “bahwa terkait realisasi pencairan dana kepada warga yang terdaftar namun tidak menerima, sebelumnya telah melalui musdes (musyawarah desa). Semua sudah di atur sesuai dengan mekanisme yang ada,” terangnya.

Namun saat ditanya kepada siapa dana itu di cairkan?, Sumaryo bungkam seribu bahasa. (Erwin/Tim)