Dugaan Penggelembungan Suara, Ketua PPK Cikarang Timur : Bukan Saya Yang Melakukan

TOPIKKITA.COM | BEKASI – Adanya dugaan penggelembungan suara atau pergeseran suara dalam Pemilu Dapil Bekasi 7 di wilayah Kecamatan Cikarang Timur Kabupaten Bekasi untuk menguntungkan salah satu caleg dan bisa berdampak merugikan pihak caleg lainnya yang  kemudian membuat reaksi para pendukung pihak caleg yang merasa akan dirugikan dari dampak tersebut, akhirnya Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) bersuara.

Secara eksklusif kepada awak media, ketua PPK Kecamatan Cikarang Timur Anrian Nurul Furqon menyampaikan bahwa dirinya sama sekali tidak melakukan.

Bacaan Lainnya

“Bukan saya yang melakukan, tapi kenapa jadi saya yang kena sasaran,” ujarnya. Jum’at (01/03/2024).

Furqon membeberkan, bahwa sore itu (Kamis, 29/02/2024) selesai pelaksanaan Pleno kemudian beberapa orang yang mengaku para pendukung caleg nomor urut dua dari PKB memprotes terkait hasil angka yang dimasukkan dalam aplikasi Sirekap dengan membawa bukti lembar C1. Setelah diteliti bersama dan dipadukan tenyata hasilnya singkron.

“Karena kami tidak punya akses untuk masuk Sirekap, lalu kami ajak para pendukung caleg itu ke kantor KPUD dengan tujuan memperbaiki data suara,” ungkapnya.

Sesampainya di KPUD, lanjut Furqon, “pihak KPUD mengatakan katanya yang bisa merubah data di Sirekap hanya pihak KPU-RI, yang saya tau seharusnya pihak KPUD itu bisa,” terang Furqon.

Furqon meyakinkan, bahwa dirinya sama sekali tidak merubah data perolehan suara, bahkan data yang ada di PPK dan Panwas ternyata sama dengan data C1 yang dimiliki oleh pihak pendukung caleg nomor dua tersebut.

“Saya akan bertanggung jawab, dan nanti saat pleno tingkat Kabupaten akan saya anulir sesuai dengan data yang benar yang kami miliki dan singkron dengan data Panwascam,”

Adapun terkait surat pernyataan di atas materai yang kini menyebar ke berbagai media sosial, Furqon mengatakan bahwa itu tujuannya adalah agar malam itu suasana cepat selesai, sesuai apa yang diinginkan oleh masa para pendukung caleg agar suasana kondusif.

Dalam pantauan awak media, malam itu masa para pendukung caleg nomor urut dua hanya meminta untuk perbaikan data sesuai fakta C1 dan berharap keadilan kepada pihak KPU agar bisa benar – benar bertindak netral.

Hal itupun ditegaskan oleh Ketua KPUD Kabupaten Bekasi, Ali Ridho, bahwa data aplikasi Sirekap itu masih bisa diperbaiki kalau memang di dukung dengan bukti.

“Jika memang hal ini perlu adanya pencermatan kembali maka akan dilakukan perubahan, jika memang itu bisa dibuktikan.” Jelas Ketua KPUD.

Dari kejadian di PPK Cikarang Timur, hal itu pun serupa terjadi adanya protes dari para pendukung caleg nomor urut dua di PPK Kecamatan Cikarang Selatan dengan dugaan penggelembungan suara dengan menggeser suara partai dan suara caleg lain yang dialihkan untuk caleg nomor urut satu.

Pos terkait