TOPIKKITA.COM | BEKASI – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bekasi pada tahun anggaran APBD 2020 ini, menargetkan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dengan sistem yang berbeda dari sebelumnya.
Di Kabupaten Bekasi, rumah yang rusak sebanyak 2.250 unit. 360 unit rumah dari APBD Provinsi dan 100 unit rumah dari kementrian PUPR.
Saat dikonfirmasi wartawan topikkita.com diruang kerjanya, Kepala Bidang Perumahan Rakyat pada Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bekasi, H. Budi Setiawan menjelaskan, bahwa program rutilahu adalah salah satu program prioritas dari Pemerintah Kabupaten Bekasi. Rabu (23/09/2020).
“Di tahun 2020 ini sebanyak 2.710 unit rumah diperbaiki. Pada tahun 2021 kita rencanakan 5.000 unit, dan kita berharap pada tahun 2022 akan lebih sedikit untuk rumah yang diperbaiki dari sumber anggaran APBD Kabupaten Bekasi, APBD Provinsi Jawa barat dan Anggaran Kementrian PUPR,” terang Budi.
Untuk program rutilahu tahun 2020 ini cukup berbeda sistem yang diterapkan. menurutnya, pemerintah menganggarkan untuk per unit Rutilahu besarannya Rp. 20 juta rupiah. Dimana Rp. 17,5 juta khusus untuk membeli material bangunan, dan untuk ongkos tukang sebesar Rp. 2,5 juta.
“Demi menjaga penyalahgunaan bantuan, maka sistem yang diterapkan lebih banyak kebutuhan material. Itu juga bisa dicairkan oleh pihak material setelah ada team pengawas melaporkan dengan betul-betul sesuai keadaan barang yang sudah di pakai untuk kebutuhan bangunan Rutilahu.” Ujar Budi.


Untuk mendapatkan program rutilahu kepada masyarakat yang tidak mampu itu tidak sulit. Budi menerangkan, syaratnya yang penting adalah tanahnya hak milik atau keterangan riwayat kepemilikan dengan di lampirkan surat tidak sengketa.
“Siapa saja bisa membantu tetangga, saudara dan lainnya, apabila ingin mengajukan program rutilahu. Dengan membuat proposal yang diketahui kepala desa dan melampirkan surat keterangan tanahnya, kemudian membawa proposal langsung ke kami. Maka tim kami yang akan survei ke lokasi untuk diverifikasi memastikan apakah layak atau tidaknya mendapatkan bantuan program rutilahu,” jelasnya.
Budi berharap dengan adanya program rutilahu, maka masyarakat bisa tinggal di rumah yang aman dan nyaman. Karena adanya program rutilahu bagi warga yang memang rumahnya sangat tidak layak, sehingga ini bentuk pemerintah melakukan tanggung jawabnya kepada warga Kabupaten Bekasi. (Sant)