Dituduh Menjadi Mafia Tanah Dan Antek Jababeka, H. Ardi Dan H. Taba Akan Tempuh Jalur Hukum

  • Whatsapp
Keterangan : Deden Marsaleh (putra H. Ardi – kiri), H. Taba (tengah), H. Ardi (kanan)

TOPIKKITA.COM | BEKASI – H. Ardi (58) seorang tokoh masyarakat Desa Jatireja, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, merasa dirugikan terkait adanya pemberitaan yang beredar yang menyebutkan bahwa dirinya adalah  sebagai mafia jual beli tanah dan antek Jababeka. Dalam hal itu, ia merasa nama baiknya menjadi tercemar dan menjadi fitnah. Kamis, 27/05/2021.

“Apa yang disangkakan pemberitaan tersebut tidak benar, kami sekeluarga kecewa dan merasa dirugikan. Untuk transaksi jual beli dengan surat tanah atas nama H. Taba tersebut sudah lama sekali dan itu tanah atas dasar hak milik pribadi H. Taba, bukan waris,” ungkap H. Ardi.

BACA JUGA :

H. Ardi meminta, pihak yang sudah mencoreng nama baiknya untuk segera klarifikasi dan meminta maaf.

“Sepertinya ini perkara pribadi antara keluarga pak H. Taba, yang semestinya saya tidak dibawa-bawa. Saya mohon kepada pihak yang sudah mencoreng nama baik saya untuk segera klarifikasi,” Tegasnya.

Sementara H. Taba (47) ketika diwawancara awak media, ia mengatakan, “Saya bingung dengan pemberitaan itu, saya akui “S” adalah saudara saya, tapi apa yang diberitakan itu, tidak benar. Jual beli yang saya lakukan dengan H. Ardi dengan luas tanah 6700 m2 tersebut mutlak hak milik saya pribadi, bukan warisan,” tuturnya.

“Saya tidak abis pikir, ini kaitannya dengan apa..? untuk jual beli tersebut,mutlak hasil jerih payah saya. Untuk loyal sebagai saudara, apa yang kurang dari saya..!? mobil saya kasih dan lain-lain, itu bisa saya buktikan. Saya kecewa, sepertinya ini ada udang dibalik batu, ini tidak bisa diterorir, saya akan bawa keranah hukum.” Tegas H. Taba. (AM)

 

Pos terkait