TOPIKKITA.COM | BEKASI – Terkait adanya warga yang kecewa atas pengajuan sertifikat SLO pemasangan baru intalasi listrik dengan daya 900 va, Ai Wulandari mengklarifikasi bahwa faktanya tidak benar kalau dirinya disebut calo.

Hal itu disampaikan oleh Ai, bahwa legalitas dirinya adalah jelas yaitu sebagai bentuk pelayanan. Pembuatan sertifikat SLO tidak ada hubungannya dengan PLN Lemah Abang.

“Konsumen datang kesini untuk mendaftarkan baru. Nah, kemudian datang ke PLN memang proses pasang baru itu harus mengurus sertifikat SLO dulu, untuk mengeluarkan registrasi PLN kita buatkan sertifkat itu”, kata Ai Wulandari saat ditemui ditempat kerjanya, Senin (27/07/2020).

“Jadi, Bapa Dede (konsumen yang kecewa-red) tersebut ingin pemasangan baru untuk kontrakannya 900 Va. Kemudian saya tanya kembali penjelasan ke Bapa Dede saat ini materialnya belum stabil karena dari pihak penyambungan kondisi masih masa pandemi covid 19 belum normal juga”, sambungnya.

Lanjut Ai, “Memang sudah satu Minggu prosesnya atau 10 hari kerja. Kalo material sudah lengkap seperti material KWH dan material lainnya, biasanya memang cepat terpasang. Kami melayani baik-baik kepada pelanggan, karena dari peraturan PLN itu prosedurnya untuk pasang baru adalah harus memiliki sertifikat SLO terlebih dahulu. Terus kenapa sebelumnya saya dibilang calo, itu tidak benar. Disini kan punya kwitansi resmi. Ga mungkin kalo tidak ada surat ijin usahanya, karena bentuk PT”, tegas Ai.

Ai wulandari berharap, dengan keadaan pandemi covid 19 ini untuk pasang baru, para konsumen mohon kesabarannya aja, kalo memang ingin proses sampai selesai. Selain itu selaku warga, Dede mulyana saat dimintai keterangan dirinya mengatakan, ini mungkin kesalahfahaman yang tidak ditempuh dengan musyawarah.

“Harusnya dimusyawarahkan, berikan penjelasan. Menjadi evaluasi, pembenahan untuk bu Ai Wulandari ataupun pihak PLN lemah abang”. Bebernya.

Perlu diketahui, bahwa SLO adalah  sertifikat yang diterbitkan oleh Lembaga Inspeksi Teknik yang ditunjuk Pemerintah untuk melakukan inspeksi kelaikan operasi atas instalasi listrik yang dipasang di bangunan pemohon listrik.

(Aldi