TOPIKKITA.COM | BEKASI – Para wartawan adakan Diskusi Publik Gerakan Pers yang diikuti lebih dari 100 insan Pers baik pemilik media, wartawan dan organisasi pers. Diskusi yang digagas oleh media Fakta Hukum Indonesia, Nusantara Merdeka News dan Telusur News dan didukung Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) serta Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Bekasi Raya ini digelar di Aula DPRD Kota Bekasi. Senin (09/03/2020).

Hadir dalam diskusi ini Kapolrestro Bekasi Kota diwakili Humas, Walikota Bekasi diwakili Humas, pakar hukum KRT.DR.Ir. Edy Maryatama Lubis Adipuro, SH,MM,MH, perwakilan Kajari Kota Bekasi, anggota DPRD Kota Bekasi dan senior jurnalis.

Disampaikan oleh ketua PWI, Melody Sinaga dalam sambutannya mengingatkan kepada para insan pers agar jangan terlalu menikmati kemerdekaan pers tapi lupa mengisi substansi kontennya.

“Wartawan dan media massa jangan terlena dengan UU 40/1999 tentang kemerdekaan pers. Karena dalam UU itu, tidak pernah diatur secara jelas hukum pers,” tutur Melody.

“Kemerdekaan pers harus mendapat perhatian, pertama perluasan cakupan tindak pidana yang dapat dikenakan pada pers. Kedua ancaman pidana yang lebih berat”.

“Tidak jarang kita kehilangan kemerdekaan pers karena terlalu menikmatinya dan lupa memperjuangkan dan memeliharanya“.

“Agar kawan-kawan wartawan di dalam menulis sebuah berita, khususnya di media siber, lebih berhati-hati dan terlebih dahulu mengolah sebuah informasi yang didengar atau diterima. Sehingga berita yang disampaikan bukan hoax,” ujar Melody.

Kapolres Metro Bekasi Kota dalam hal ini diwakili oleh bagian Humas, pihaknya menyampaikan bahwa wartawan adalah sahabat Polri. Ia berharap pers bisa menjadi lembaga yang independen.

“Saya berharap, Pers bisa menjadi penyeimbang dalam pemberitaan maupun dalam penegakkan hukum,” tegasnya. *(TS)