Jamhari Tarigan (kepala Dinas PUPR Kabupaten Bekasi)

TOPIKKITA.COM | BEKASI – Pekerjaan galian lubang kabel fiber optik milik PT.  Mora Telematika Indonesia (Moratelindo) yang berlokasi di sepanjang jalan raya Pilar – Sukatani Kabupaten Bekasi, Jawa Barat diketahui ternyata rekom dari Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) sudah habis masa berlakunya (kadaluarsa), sehingga harus melakukan perpanjangan rekom kembali. Akan tetapi prakteknya masih terus melakukan pekerjaannya.

Saat di konfirmasi awak media, Jamhari Tarigan selaku Kepala Dinas PUPR di ruang kerjanya ia mengatakan bahwa rekom itu berlaku selama 6 bulan, jika sudah mati maka perusahaan yang bersangkutan wajib memperpanjang tanpa terkecuali.

“Perlu di ingat, rekom itu beda dengan ijin. Lalu jika rekom saja sudah mati, maka perusahaan wajib melakukan perpanjangan rekom. Jika itu tidak di lakukannya maka pekerjaan wajib di berhentikan,” tegas Jamhari. Selasa (01/09/2020).

Dengan adanya informasi terkait pekerjaan yang dilakukan PT Moratelindo itu, Jamhari akan segera memerintahkan kepada staf yang di tunjuk atau yang di tugaskan dari Dinas PUPR agar segera menghentikan pekerjaan penggalian tanah kabel fiber optik yang ada di Jl. Raya Pilar – Sukatani.

Hal senada juga disampaikan oleh Endang Susana, salah satu pengawas yang di tunjuk dinas PUPR ketika di konfirmasi awak media pada Jumat (04/09/2020), dirinya membenarkan bahwa Kepala Dinas telah memerintahkan untuk menegur agar memperpanjang rekom yang sudah mati. Bahkan dirinya dengan tegas, apabila pekerjaan masih berlanjut, maka akan turun kelapangan untuk menghentikan pekerjaan.

“Saya sudah ada intruksi dari Kepala Dinas, dan saya sudah hubungi melalui telepon perwakilan PT. Moratelindo. Jika memang tidak mau di perpanjang rekomnya, maka saya akan turun kelapangan untuk menyetop pekerjaannya.” Tandas Endang Susana.

Namun sangat disayangkan, sampai berita ini diterbitkan, himbauan yang telah disampaikan oleh Dinas PUPR Kabupaten Bekasi rupanya tidak di gubris oleh PT. Moratelindo.

Dari pantauan awak media, Sabtu (05/09/2020) pekerjaan sepanjang Jl. Raya Pilar – Sukatani masih terus berjalan. Para pengusaha di duga demi kepentingan dan keuntungan secara pribadi, tidak mengindahkan aturan dan himbauan dari Dinas PUPR yang menganjurkan secara normatif menempuh aturan yang berlaku.

Berdasarkan keluhan masyarakat, penggalian tanah kabel fiber optik tersebut sangat mengganggu ketertiban umum, baik pengguna jalan kaki maupun para pedagang yang ada di sekitar pinggir jalan. (Sant)