TOPIKKITA.COM | BEKASI – Sebuah pembangunan gedung yang rencananya akan di buat mini market di wilayah Kampung Walahir Desa Karangraharja, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, terkait kelengkapan ijin lingkungannya warga sekitar meminta kepada pihak pemerintah agar mengkaji ulang.

Seorang warga Rt 01/03, Bambang, yang kediamannya bejarak -+50m dari lokasi, ia merasa keberatan, “saya mah gak mao, gak setuju, dari pihak yang ngebangun gak pernah dateng ke saya, ada juga pak RT tapi saya gak mao, gak setuju lah, saya keberatan, lagian di sono indomaret ada, di sini ada jaraknya gak ampe satu kilo,” dengan bahasa sehari – harinya Bambang mengeluhkan. Kamis (18/02/2021).

Hal senada juga diutarakan oleh Asep Saepullah salah seorang warga yang dekat dengan bangunan, “yang saya ketahui tidak ada sosialisasi kepada warga sekitar, terlebih kepada para pedagang kecil yang ada di lingkungan, dan yang saya kaget, nama saya tertera di berita acara pengajuan ijin lingkungan, sementara si pemilik atau siapapun yang berkaitan dengan pembangunan itu tidak ada satupun yang datang ke saya untuk berbicara,” ujarnya.

Masih kata Asep, “Saya tidak melarang siapapun untuk berinvestasi, akan tetapi ini berada di lingkungan masyarakat, ada norma dan peraturan yang semestinya tidak di lalaikan. Saya berharap jika sudah terbit ijin lingkungan, mohon kepada pihak terkait untuk di kaji kembali, karena saya selaku warga yang berada tepat di sekitar bangunan keberatan dan tidak pernah menandatangani apapun,” Ungkap Asep.

saat awak media mencoba konfirmasi di lokasi pembangunan, Joko, seorang yang diketahui sebagai kepala tukang yang menurutnya pembangunan sudah berjalan tiga mingguan dan tidak tahu apa-apa terkait ijin. Lalu ia berkomunikasi melalui seluler kepada Albert yang menurut dia, bosnya. Pembicaraan Joko dengan Albert via seluler tersebut ia sampaikan ada rekan media ingin konfirmasi terkait ijin tapi Albert beralasan sedang rapat.

Awak media kemudian menggali informasi kepada PJ Desa Karangraharja Udin Wahyudin, melalui seluler ia mengatakan, “silahkan tanyakan sama sekdes ya pak, itu yang lebih jelas sekdes,” singkat Udin.

BACA JUGA :  Waspada...!!! Modus Ikan Cupang, Marak Penipuan Online

Sementara Sekdes yang belum lama tergantikan posisinya ketika di konfirmasi melalui aplikasi WhatApp tidak ada balasan sampai berita ini di terbitkan. (AM)