TOPIKKITA.COM | BEKASI – Ahli waris tanah pasar Nusantara, Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur Kota Bekasi, meminta polisi segera menindak BS, yang diduga pelaku penyebar berita bohong atau hoax, sebelum kembali membuat resah serta tidak nyaman dan semakin menimbulkan kekhawatiran dikalangan para pedagang di pasar tersebut.

Seolah kebal hukum, BS bagai tidak hiraukan panggilan penyidik Polres Metro Kota Bekasi dan justru berulah, dengan memasang plang di pasat tempat para pedagang berjualan (03/02) yang bertuliskan ” Tanah Milik Pemkab Bekasi ” di tanah pasar tradisional itu yang dikelola oleh PT. Bintang Inter Nusantara, sebagai pihak swasta yang ditunjuk oleh ahli waris Umun Bin Sinan.

Kecaman atas dugaan penyebaran hoax ini juga mendapat respon keras dari Farhan Direktur PT. Bintang Inter Nusantara, dirinya menyesalkan apa hal yang telah dilakukan BS adalah tindakan nekat sekaligus konyol karena dilakukan tanpa dasar legalitas yang jelas.

BS mengklaim pasar Nusantara berdiri diatas tanah yang hanya merujuk pada Sertifikat Hak Milik (SHM) Nomor 205 Tahun 1983 dan Nomor 512 Tahun 1984 atas nama Saeful Anwar.

Farhan menerangkan bahwa SHM atas nama Saeful Anwar telah dibatalkan melalui putusan PTUN Nomor 57/2015/PTUN-BDG.

Farhan mengatakan, “dasarnya dia (BS) itu apa ?. konyol dan nekat artinya kalau dia tidak tahu adanya putusan akhir dari PTUN Bandung “. Terangnya (7/03).

Farhan juga menyoroti petugas Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan Satpol PP Tambun yang juga terlibat dalam hal ini. Ia beranggapan bahwa sudah seharusnya ASN lebih pintar dari warga sipil biasa, cermat dan mengambil tindakan berdasarkan fakta.(Red)

BACA JUGA :  Walau Genting Virus Corona, SMSI Jabar Tetap Gelar RAKERDA