Topikkita.com | Kab. Bekasi – Seorang pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang tinggal di Kampung Jagawana RT 03/03 Desa’ Sukarukun Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi, Sumawing (61) yang meminjam uang ke Koperasi Simpan Pinjam KSP Nusantara (KOPNUS) dengan jaminan SK pensiun merasa sangatdi rugikan, pasalnya angsuran yang semestinya telah selesai/ lunas namun masih tetap bayar atau di potong oleh pihak KOPNUS.

Dengan adanya kejadian ini Sumawing mengadukan ke LSM Gerakan Rakyat Peduli Penegakan Hukum (GRPPH RI) DPW Jawa Barat dengan membawa bukti angsuran serta perjanjian Simpan pinjam ke kantor yang berada di wilayah Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi. Setelah melihat serta mempelajari berkas yang di terima dari Sumawing selaku pihak yang dirugikan, melihat adanya kejanggalan yang dapat merugikan si peminjam. Brian Sakti selaku ketua lembaga tersebut melayangkan surat Somasi (Teguran-red) ke Kopnus di kantor pusat operasional Soepomo Office Park jalan Prof. Dr. Soepomo, SH, no. 143 Jakarta.
Saat di konfirmasi awak media di ruang kerjanya Brian Shakti selaku Ketua GRPPH-RI DPW Jawa Barat mengatakan “Jadi Kopnus adalah badan usaha non perbankkan dalam bentuk Koperasi Simpan Pinjam yang memberikan fasilitas pinjaman dana pensiun kepada anggotanya, dimana untuk pemotongan angsuran setiap bulannya bekerjasama dengan kantor pos, namun dalam pelaksanaan banyak hak-hak anggotanya yang dirugikan dalam proses pemotongan pinjaman diduga dicurangi oleh Kopnus sebagai pihak yang memberi pinjaman karena dalam kasus bapak sumawing ini kami telah menelusuri dan mempelajari berkas-berkas yang ada, dalam pencairan dana pensiun tersebut ada kejanggalan dimana untuk pembayaran angsuran awal telah dipotong berikut biaya admin lainnya, namun kenapa dalam pemotongan melalui kantor pos yang secara autodebet angsuran awal dimasukkan juga, sehingga yang seharusnya angsuran Sumawing dari 36 bulan menjadi 37 bulan hal ini otomqtis menjadi kerugian dari sumawing karena menjadi kelebihan bayar. namun saat kami konfirmasi kepada pihak Kopnus mereka berdalih ada kesalahan dari juru bayar kantor pos yang seharusnya ditransfer ke Kopnus malah ke Bank CIMB Niaga”.
jelasnya.

BACA JUGA :  Polemik Desa Setu Wetan, Yoga Setiawan, SE : Masyarakat Bisa Lapor Pihak Berwajib

Brian juga melanjutkan ” kami mendapati 2 bukti bayar yaitu sama-sama angsuran ke 27 namun berbeda bulan 3/2020 dan bulan 4/2020. ini sebenarnya kesalahan dari kantor pos atau kesalahan dari KSP Nusantara..? sehingga kejanggalan tersebut sangat jelas terlihat, sehingga kami menduga adanya oknum yang bermain. yang lebih parah lagi kesalahan tersebut seolah-olah dibebankan kepada bapak sumawing sebagai peminjam yang hanya seorang pensiunan dan tidak berdaya dan lemah karena ada jaminan SK pensiun yang ditahan. bahkan seharusnya pinjaman yg seharusnya lunas di bulan 01/2021 untuk bulan 2/2021 pun masih dilakukan pemotongan.

atas dasar tersebut kami dari LSM GRPPH-RI DPW Jabar terketuk hati untuk membantu bapak sumawing memperjuangkan haknya dengan mengirimkan Somasi (teguran) kepada KSP Nusantara agar segera menyerahkan SK Pensiun yang dibuat jaminan dan Kelebihan Bayar angsuran yang dipotong pada bulan 2/2021 serta mengeluarkan surat keterangan lunas” tutup pria bertubuh tambun namun energik tersebut kepada media,
sampai berita ini dirilis belum ada keterangan resmi dari pihak Kopnus terkait masalah ini. (Sant)