TOPIKKITA.COM | CIREBON – Terkait Regulasi Dana Desa dan Apbdes T.A (tahun anggaran) 2020 Desa Semplo, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat diduga janggal dan di pertanyakan

saat disambangi Kamis, 04/03/2021 Kuwu tidak berada di tempat (balai desa), yang sehari sebelumnya, Rabu, 03/03/2021 di hubungi oleh awak media melalui telpon selulernya di aplikasi WhatsApp, mengagendakan bertemu.

awak media berusaha menggali informasi kepada Esti Nurwati (kaur progam dan umum), Ia memaparkan, “saya datang sekitar jam 08:15 di balai desa dan sampai saat ini belum ketemu kuwu, begitpun dengan Ulis saya belum melihatnya, biasanya pak Ulis agak siangan ke desa”, terangnya Esti Kepada Topikkita.com.

Hal senada dikatakan Khidam Kepala Kadus 2, “Pak Kuwunya Belum datang pak”, singkatnya.

Tidak sampai disitu, di waktu yang sama, Kamis, 04/03/2021 awak media kemudian menggali informasi kepada Lukman Ketua BPD Desa Semplo yang mengatakan, “terkait Laporan Pertanggungjawaban Apbdes 2020, saya masih mendalaminya pak, karena saya dilantik menjadi Ketua BPD sekitar bulan Desember akhir 2020, jadi untuk LPJ, SPJ 2020 dll belum saya dapat teridentifikasi oleh kita, mungkin di era BPD lama yaitu H. Mukti”. Tuturnya.

Sementara ditempat terpisah Dika seorang Ativis Sosial dan Pemerhati mengatakan, “dinamika regulasi dana desa dan Apbdes 2020 yang berlangsung di Desa Semplo diduga dikemas oleh oknum pemdes yang tidak bertanggunjawab, pasalnya suatu permasalah administrasi dan regulasi dana desa yang diduga janggal dan dipertanyakan, sehingga disorot beberapa element masyarakat serta awak media terkait dinamika Pemdes Semplo”. Ujarnya.

Masih kata Dika, “terkait regulasi dana desa harus transparan dalam penggunaannya, baik secara administrasi maupun kinerja yang bersifat untuk kepentingan masyarakat, hal ini dapat dilihat dari sikap Kuwu yang diduga menghindar dari awak media ketika ingin menkonfirmasi terkait regulasi dana desa, besar harapan saya kepada pihak pemdes terkait agar benar-benar bisa menjadi percontohan yang baik kepada masyarakat maupun publik”. Pungkasnya.

Hingga diterbitkannya pemberitaan ini, Kuwu maulana belum bisa di temui dan sulit dihubungi. (Diyan)

BACA JUGA :  GMBI Berbagi 2000 Paket Beras Di Cikarang Kota