Kepala desa, Babinsa TNI, Bimaspol dan warga saat dilokasi sungai


TOPIKKITA.COM|BEKASI – Warga Kp. Kalenderwak gang Pos kembali di hebohkan dengan adanya penemuan ikan-ikan banyak mati berserakan terapung diatas air sungai yang bersumber dari aliran area pabrik PT. Multistrada yang bertempat di Desa Karangsari, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Kejadian ini bermula hasil informasi dari beberapa warga yang dilaporkan kepada Kepala Desa, Bao Umbara, yang sedang menghadiri acara giat sosial di Aula Desa Karang Sari. Minggu (13/09/2020).

Mendapatkan informasi tersebut, Umbara atau sapaan akrabnya Bao, bersama Bimaspol, Babinsa dan beberapa perangkat desa langsung mendatangi lokasi saliran air yang di duga telah tercemar oleh limbah B3 dari area pabrik PT. Multistrada Arah Sarana TBK.

Kades saat di lokasi terlihat begitu geram atas tindakan perusahaan yang begitu tega membuang limbah yang di duga B3 melalui saluran air yang terletak di tengah lingkungan masyarakat.

“Lagi dan lagi, terulang lagi, Perusahaan membuat ulah kembali..! Dan ini bukan yang pertama kalinya. Sudah terlihat jelas, ikan mati berserakan di saluran air yang di mana itu adalah dari PT. Multistrada,” Sontak, ucap Bao dengan nada marah di depan awak media.

Masih kata dia, “Saluran air itu langsung ke kali, dimana masyarakat Kalenderwak masih memakainya untuk mencuci baju, mandi dan kegiatan lainnya. Bagaimana itu tidak bahaya, ikan saja pada mati sampe segitu banyaknya. Kalau bukan limbah, apah lagi coba..!?” Tanya dia, dengan mimik kecewa.

Bao Umbara mengungkapkan, bahwa pemerintah Desa Karangsari sudah beberapa kali memberikan teguran, namun tetap saja tidak dihiraukan. Buktinya, masih saja tetap PT. Multistrada tidak menghiraukannya.

“Kami Pemerintah Desa sudah melaporkan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH), tapi sampai saat ini kejadian yang sama terjadi lagi. Belum lama burung pada mati di saluran ini juga, perusahaan juga cuma hanya janji akan memindahkan saluran pembuangan limbahnya. Mana…?!, ternyata ini terjadi lagi..!!” Keluh Kades.

Bao berharap, jangan hanya mementingkan perusahaan saja, tapi lihat apa yang menjadi dampaknya juga.

“Tolong, pihak Perusahaan PT. Multistrada jangan selalu membuat warga Desa Karangsari menjadi resah. Dan kepada pemerintah, tolong di tindak tegas apa yang telah perusahaan lakukan kepada masyarakat. Karena ini merupakan salah satu kejahatan lingkungan.” Pinta Bao, dengan nada tegas.

Ditempat lokasi yang sama, salah satu warga yang mengaku sudah lama bergelut di bidang peternakan ikan, ia mengatakan, jelas ini ikan yang terkena racun atau limbah Perusahaan.

“Terlihat dari mata ikan yang putih, lalu dari ingsangnya juga, sedangkan jenis ikan yang mati ini seharusnya termasuk ikan yang kuat terhadap lingkungan seperti ini,” jelasnya.

“Saya yakin, saluran air ini sudah terkontaminasi oleh limbah bahan kimia yang berbahaya (B3). Apa lagi masih banyak warga yang menggunakan air kali ini untuk mencuci dan lainnya, itu akan sangat berbahaya,” tutur warga yang namanya enggan di sebut.

Dilokasi saluran air tersebut tampak juga security PT. Multistrada, dengan mengambil dokumentasi untuk laporan ke perusahaan. (Sant)