Diduga Belum Lunasi Jual-Beli Tanah, Pemilik Pasang Plang Diperumahan Taman Sukamulya Indah

  • Whatsapp

TOPIKKITA.COM | Kab. Bekasi – Sebidang lahan tanah yang sedang dikomersilkan oleh pihak pengembang perumahan PT. Puterabangun Properti Sukses, di Kp. Srengseng Rt 03/03, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi terancam tertunda, pasalnya Asmah binti Asman telah melakukan pematokan plang tanah kepemilikan di lahan proyek Perumahan Taman Sukamulya Indah. Rabu (01/09/2021).

BACA JUGA :

Hal itu diduga dalam proses jual beli yang belum menemukan tititk terang, sehingga menuai kontroversi dari kedua belah pihak antara Asmah binti Asman dengan pengembang perumahan PT. Puterabangun Properti Sukses.

Suryana Kusnadi didampingi Subhan Budi Hartoyo selaku pihak yang dikuasakan atas nama Asmah binti Asman menjelaskan, dengan menindak lanjuti surat balasan yang diterima dari kuasa PT. Puterabangun Properti Sukses, perihal permohonan pembayaran satu bidang tanah atas nama Asmah binti Asman bersama ini kami meminta jawaban, adapun sanggahan dan keberatan tersebut sudah kami sampaikan pada pihak pengembang, Terangnya.

Dirinya menjelaskan, untuk proses jual beli memang sudah terjadi untuk sebidang tanah yang dimiliki oleh Asmanh binti Asman yang terletak di Kp. Srengseng Rt.03/03 Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kab. Bekasi luas 5.650 M2, dengan PT. Puterabangun Properti Sukses, masih belum sepenuhnya selesai, perlu di ingat bahwa peralihan hak atas tanah ada berpindahnya hak atas tanah dari pemegang hak yang lama kepada hak pemegang yang baru, artinya ada dua peralihan hak atas tanah tanpa ada hak perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh pemiliknya, misalnya melalui pewarisan, berpindahnya hak atas tanah melalui pemiliknya, misalnya melalui jual beli yang berada pada pasal 1457, 1458, 1459 KHUPerdata.

“Namun perlu dicatat, bahwa pada tanggal 27 Januari 2021 Asmah binti Asman belum pernah menerima bukti pembayaran atau pelunasan dari PT. Puterabangun Properti Sukses, dan Asmah binti Asman juga belum pernah berkuasa atau menguasakan kepada Edi Efendi dalam keperluan jual beli antara Asmah binti Asman dengan PT. Puterabangun Properti Sukses.” Jelasnya Suryana Kusnadi.

Lanjutnya, adapun surat balasan yang kami terima pada tanggal 1 Juli 2021 dari PT. Puterabangun Properti Sukses surat tersebut tidak melampirkan bukti pembayaran (bukti uang serah terima) bukti photo penyerahan transaksi uang, atau konfirmasi pada Asmah binti Asman dari pihak PT. Puterabangun Properti Sukses, pada saat melakukan pembayaran baik secara bertahap atau secara langsung kepada Asmah binti Asman. Ujarnya.

Ditempat yang sama, Asmah binti Asman bersama keluarga usai melakukan pemasangan plang yang di akui tanahnya oleh pihak pengembang mengatakan, dengan adanya kontroversi perihal tanah ini dirinya merasa lelah dan sedih atas tanah hak miliknya yang belum dibayar lunas oleh pihak pengembang Perumahan Taman Sukamulya Indah.

“Saya minta ini dilakukan secara adil, karena saya belum bisa terima, tanah saya diurug klo belum di bayar.” Ucapnya Asmah binti Asman sambil menahan air mata kesedihannya.

Kepemilikan sebidang tanah yang di pasang plang oleh keluarga Asmah binti Asman juga dibenarkan oleh Mangku selaku ketua RT 003/003, Desa Sukamulya, menurutnya hal seperti ini tidak akan terjadi jika penjual sudah menerima pembayaran yang sah dengan bukti yang valid, tentunya secara hukum jual beli surat tanah dalam bentuk AJB tersebut pasti diserahkan oleh si penjual kepada pihak pembeli, sedangkan yang terjadi surat aslinya masih ditangan penjual.

“Saya berharap mudah mudahan ini semua bisa baik dan lancar, dapat di selesaikan kedua belah pihak, supaya tidak menggangu stabilitas warga yang lain.” Harapanya ketua RT.

Tidak sampai disitu, awak media kemudian mendatangi pihak pengembang PT. Puterabangun Properti Sukses yang berada di kantor pemasaran Perumahan Taman Sukamulya Indah.

Diwakili oleh Dodi yang mengaku sebagai manager perwakilan dari PT. Puterabangun Properti Sukses memaparkan, bahwa dirinya sebagai karyawan baru jadi Informasinya belum begitu lengkap , karena perihal tersebut sebelum dirinya.

“Bagi kita developer itu tidak ada masalah, proses transaksi maupun pembayarannya itu sudah kita lakukan, terkait pematokan kita pantau ajah dulu, proyek akan tetap berjalan terus, kami juga akan melaporkan ke kantor pusat.” Ujarnya.

Disindir tentang dokumen pembayaran tersebut kepada pihak penjual, dirinya mengatakan “Dokumentasinya itu nanti akan kita buka, mungkin pada saat waktunya yang tepat namun tidak untuk umum karena ada prosedurnya, nanti di momen momen yang tepat, mulai dari transaksi dan pembayaran.” Pungkasnya Dodi.(Sant).

Pos terkait