TOPIKKITA.COM | CIKARANG SELATAN, BEKASI – Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bekasi bersama Kampus President University dalam hal ini bagian Pusat Studi Pembangunan, Pemberdayaan dan Kebijakan, menggelar acara workshop ‘Hasil Kajian Analisa Dampak Dari Investasi Industri’ terutama peningkatan pendapatan masyarakat.

Acara yang dilaksanakan selama 2 hari ini bertempat di Hotel Holiday Inn, dibuka secara resmi oleh Asisten Administrasi Umum, Suhup. Kamis (05/12/2019).

Turut hadir, Staf Kepresidenan yang diwakili oleh Fahd Pahdepie, Kepala Perangkat Daerah dilingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi, serta Direksi Kawasan industri se Kabupaten Bekasi dan Dekan Fakultas Humaniora Presiden University.

Suhup, Asisten Daerah 3 yang mewakili Bupati Bekasi, dalam sambutannya menyampaikan, “Sebagaimana kita ketahui bersama, Kabupaten Bekasi merupakan salah satu daerah yang laju pertumbuhan investasi terbesar di Indonesia. Akan tetapi hasil dari investasi juga banyak memberikan dampak terhadap sosial ekonomi di wilayah investasi,” Ujarnya.

Menurut Suhup, Kabupaten Bekasi adalah wilayah yang sangat strategis bagi investor karena mempunyai keunggulan comparative advantages dan competitive advantages. Comparative advantages merupakan keunggulan sebuah wilayah akibat sifat alami, ini dikarenakan wilayah Kabupaten Bekasi berada pada lokasi yang strategis, iklim yang baik dan tanah yang subur. Lalu competitive advantages yaitu keunggulan sebagai pemerintah daerah yang ramah dan siap memberikan kemudahan perizinan dalam membuka perusahaan, tersedianya tenaga kerja yang memenuhi standar serta didirikannya 7 kawasan industri yang sangat menunjang iklim investasi.

Sesuai amanah UU Nomor 20 Tahun 2019 tentang anggaran pendapatan dan belanja negara, yang mencanangkan 5 prioritas nasional, salah satunya adalah nilai tambah sektor riel, industrialisasi dan kesempatan kerja.

“Poin itu akan menjadi acuan utama kita dalam membangun Bekasi baru Bekasi bersih, dalam usaha meningkatkan nilai tambah, investasi, eksport, komponan dalam negeri dan lapangan kerja pada sector industri, pertanian, kemaritiman, kepariwisataan dan ekonomi kreatif digital,” ucap Suhup.

Melalui kegiatan workshop ini, Suhup berharap agar dapat merumuskan dan menyusun policy brief kebijakan pemerintah, dalam menindaklanjuti hasil kajian analisa dampak hasil investasi bidang industri Kabupaten Bekasi bagi peningkatan pendapatan masyarakat, sehingga mampu mencapai sasaran dan tujuan masyarakat Bekasi yang sejahtera.

*(red)