Aksi masyarakat di depan kantor PLN Rayon Bobong

TOPIKKITA.COM | MALUKU UTARA – Akibat dari pemadaman lampu yang tak beraturan hingga menyebabkan kerusakan barang – barang elektronik milik warga masyarakat Kecamatan Lede, Pulau Taliabu, Maluku Utara. Membuat warga masyarakat mendatangi Kantor PLN Rayon Bobong dan menggelar aksi demonstrasi.

Dalam aksi demonstrasi tersebut, massa aksi yang mengatasnamakan dirinya sebagai Aliansi Masyrakat Lede Bersatu ( AMLB ) meminta agar pihak PLN bertanggungjawab atas seluruh kerusakan barang – barang elektronik mereka. Tak hanya meminta ganti rugi, para massa aksi juga meminta agar pihak PLN Maluku – Maluku Utara untuk mengganti/mencopot kepala PLN Rayon Bobong dari jabatannya karena di anggap tidak mampu menanggung amanah sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik.

“PLN harus segera ganti rugi barang – barang milik kami. Selain itu, pihak PLN Maluku – Malut juga harus sesegara mungkin mengganti Kepala PLN Rayon Bobong secepatnya, sebab ia tidak mampu bekerja dengan baik,” Teriak Dedi, Salah Satu Orator Aksi, Jumat, 3/1/2020.

Sementara itu, Pemuda Lede, Arki yang juga sebagai Korlap Aksi kepada media ini mengatakan, Kerusakan elektronik yang menimpa warga Kecamatan Lede akibat pemadaman itu mencapai hingga ratusan elektronik.”Bermacam – macam barang elektronik kami yang rusak dan yang rusak itu mencapai ratusan,” ungkap Arki.

Barang elektronik milik warga yang di rusak massa

Menanggapi hal itu, Adam, selaku PLH Manager ULP PLN Rayon Bobong menjelaskan, bahwa beberapa hari lalu terjadi kerusakan mesin namun pihak PLN sudah memperbaiki, namun sekarang yang menjadi kendala bukanlah mesin melainkan jaringan. Ia juga mengaku bahwa pihaknya sudah melakukan survei dan langsung mendatangi lokasi.

“Kemarin itu kalau masalah mesinnya kita sudah perbaiki, cuman sekarang yang masih rusak itu jaringannya, kita sudah survei dan turun langsung ke lokasi, cuman rawan, kenapa rawan karna pohon-pohon milik masyarakat, jadi itu kecuali masyarakat mau kalau kita tebang. Kemudian kabel jaringannya juga itukan kabel telanjang, jadi kalau ada gangguan pasti rusak,” jelasnya.

Amatan media ini, aksi yang digelar beberapa jam itu langsung ditanggapi oleh pihak PLN dan dilanjutkan dengan hearing antara massa aksi dan pihak PLN.

Adapun hasil hearing tersebut PLN rayon Bobong akan mendatangi warga kecamatan lede yang alat – alat elektroniknya rusak untuk didata untuk kepentingan kompensasi. Diketahui, kesepakatan bersama tersebut dituangkan dalam surat pernyataan yang ditandatangani oleh pihak PLN dan massa aksi. *(Hermawan)