Bahaya Kufur Dalam Situasi Pandemi Covid-19

  • Whatsapp

TOPIKKITA.COM | BEKASI – Dalam situasi musibah global yang mendunia saat ini, akibat covid-19 dapat merusak berbagai aspek tatanan kehidupan manusia, termasuk segi sifat-sifat kemanusiaan dalam perspektif agama Islam khususnya sifat kufur kepada Allah SWT yang akibatnya dapat memperburuk kerugian dalam tiap-tiap diri manusia.

Kufur, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah 1. Tidak percaya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan rasul-Nya, 2. Kafir, 3. Ingkar, dan 4. Tidak pandai bersyukur. Sedangkan makna kufur dalam agama Islam terdapat dua macam kekufuran, yaitu : 1). Kufur kepada Allah SWT yaitu tertutupnya hati untuk membenarkan segala hal yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. 2). Kufur kepada nikmat Allah, yaitu tertutupnya hati untuk mensyukuri nikmat dari Allah.

BACA JUGA :

Yang menjadi spesifik bahasan dalam hal ini adalah tentang kufur kepada Allah SWT, merupakan penyakit hati yang sangat kronis, menyebabkan hati seseorang menjadi gelap dan terkunci rapat dari hidayah Allah, sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur’an surat Al-Baqoroh ayat 6 – 7 :

اِنَّ الَّذِيۡنَ كَفَرُوۡا سَوَآءٌ عَلَيۡهِمۡ ءَاَنۡذَرۡتَهُمۡ اَمۡ لَمۡ تُنۡذِرۡهُمۡ لَا يُؤۡمِنُوۡنَ‏

خَتَمَ اللّٰهُ عَلَىٰ قُلُوۡبِهِمۡ وَعَلٰى سَمۡعِهِمۡ‌ؕ وَعَلٰىٓ اَبۡصَارِهِمۡ غِشَاوَةٌ وَّلَهُمۡ عَذَابٌ عَظِيۡمٌ

“Sesungguhnya (bagi) orang-orang kafir sama saja antara engkau memberikan peringatan kepada mereka ataupun tidak memberi peringatan, mereka tetap tidak akan beriman. Karena Allah telah mengunci hati, pendengaran dan penglihatan mereka dengan penutup kekufuran; dan bagi mereka siksa yang sangat pedih.”

Sifat kufur akan membentuk pribadi-pribadi jahat, meskipun secara lahiriah nampak baik. Seorang pejabat penguasa jaman dulu, Fir’aun menjadi diktator adalah karena kekufuran, dia tidak segan membantai kalangam oposisi yang menentangnya.

Pos terkait