TOPIKKITA.COM | CIKARANG UTARA, BEKASI – Disangka mencuri tabung gas ukuran 3,5 kg disalahsatu warung pinggir jalan, seorang anak muda bernama inisial A-Y (29 th) dengan tangan sebelah kiri penuh gambar tato jadi bulan – bulanan warga dengan berbagai pukulan mendarat ke wajah bagian kepala serta bagian tubuh lainnya. Termasuk satu unit sepeda motor yang dibawanya ikut hancur jadi sasaran warga.

Peristiwa ini terjadi pada malam hari sekitar pukul 20.30 WIB di kampung Poponcol RT. 02/03 Desa Simpangan, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Jumat (10/07/2020).

Beruntung anak ini segera dilarikan kerumah ketua RT setempat, sehingga bisa terselamatkan dari amukan warga sampai akhirnya pihak berwajib datang kepolisian sektor (Polsek) Cikarang Utara datang guna melakukan pengamanan dan penyidikan lebih lanjut.

KTP milik si korban

Kepada awak media, si korban mengaku bahwa temannyalah (bernama inisial R-L anak Lemahabang) yang mencuri tabung gas tersebut. Awalnya dia tidak tau samasekali kalo temannya yang awalnya mengajak untuk beli kopi itu ternyata malah mengambil tabung gas. Sehingga sampai diteriaki maling oleh warga. Karena ia merasa tidak bersalah, makanya dia tidak kabur, tapi tetap warga memukulinya.

“Makanya saat di teriaki ‘maling’, saya tidak kabur,” ujarnya sambil memegang kepala dibalut kain sarung karena luka bekas dihantam warga.

A-Y memaparkan, bahwa sebelumnya dia bersama temannya tadi usai melakukan rutinitas memarkir pada salahsatu indomaret di kampung Blok Satu, Desa Simpangan. Kemudian dengan meminjam sepeda motor tanpa nomor polisi milik temannya yang lain, ia diajak oleh R-L (teman markir) untuk membeli kopi.

Sepeda motor yang dibawa si korban, hancur di amuk warga

Dilain tempat, awak media mendatangi pemilik warung tempat kejadian perkara. Si ibu pemilik warung mengatakan, awalnya dua orang berboncengan satu motor memesan kopi. Yang satulagi tetap menduduki motornya di pinggir jalan mengarah Lemahabang.

“Sementara saya mau buat kopi, saya suruh dia untuk duduk dulu, tapi saya perhatikan sekilas malah dia keliatan mau masuk kedalam ruangan warung. Saya hawatir ada HP saya. Makanya saya cepat – cepat keluar membawa termos air panas. Tiba – tiba dia sudah pergi naik motor membawa tabung gas kosong yang saya simpan di depan warung. Sepontan, saya teriakin maling. Dan kebetulan banyak orang – orang yang mendengar, karena situasi pinggir jalan masih ramai,” terang si ibu pemilik warung.

Ibu ini mejelaskan lagi, bahwa ia heran, kenapa ko’ ia malah lari ke arah Pamahan, sementara tadi motornya mengarah Lemahabang. Begitu dia ketangkap sama warga, yang bonceng berhasil kabur lari kebelakang kampung Poponcol, sementara satulagi yang naik motor berbalik arah ke Lemahabang, dan akhirnya juga ketangkap.

“Saya sampe teriak – teriak, jangan di gebukin – jangan di gebukin!! Tapi warga udah ga bisa kebendung, lalu di bawa ke RT sambil dipukuli,” jelas si ibu pemilik warung.

Menurut penuturan beberapa warga lainnya, memang akhir – akhir ini di kampung tersebut sering banyak kejadian pencurian dan penjambretan. Khususnya pada warung – warung pinggir jalan. Seperti kehilangan HP, bahkan ada remaja sedang asik main hp nongkrong dipinggir jalan, tiba – tiba hpnya ada yang menjambret.

Sampai berita ini di terbitkan, saat ini sikorban dibawa oleh pihak berwajib ke Polsek Cikarang Utara guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. (red)