Aliong Mus dan Ramli, saat usai ikuti Fit and Proper test

TOPIKKITA.COM | MALUKU UTARA – Fit and Propert Test bakal kandidat pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pulau Taliabu di Partai Golongan Karya yang diikuti oleh pasangan H. Aliong Mus dan Ramli, berlangsung Selasa (14/01/2020) di Hotel Grand Daffam, Ternate, Maluku Utara.

Paslon Cakada ini diuji oleh enam orang yang terdiri dari unsur akademisi dari Unkhair dan UMMU serta tiga penguji lainnya berasal dari interent Partai Golkar sendiri.

Tampil pertama dalam Fit and Propert Test ini, H. Aliong Mus yang menyampaikan visi misi untuk lima tahun ke depan dengan visi “Melanjutkan Harapan Masyarakat Kabupaten Pulau Taliabu Yang Maju, Mandiri dan Sejahtera”

Sedangkan misi kedua pasangan ini masih mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sebagai bentuk kelanjutan dari program sebelumnya yang belum terselesaikan. Dimana misi itu terdiri dari tiga kerangka utama. yakni pertama, Pembangunan Kualitas Sumberdaya Manusia dengan enam inti program utama.

Kedua, Pembangunan Kualitas Infrastruktur Wilayah, dengan program utama pada empat komponen. Dan ketiga, Pembangunan Ekonomi Kerakyatan, yang mencakup tiga program utama.

“Ketiga kerangka misi ini dijabarkan dalam program kerja nyata, karena di Tahun sebelumnya ada sejumlah program yang berjalan setengah, hingga akan diselesaikan pada periode berikutnya,” katanya.

Ditengah ketiga panelis yang terdiri dari satu Profesor di bidang ekonomi dan dua Doktor ini secara bergantian pasangan ini memamparkan rencana lima tahun kedepan dan apa yang dicapai lima tahun sebelumnya. Bahkan, incambent sendiri secara khusus mengundang para pakar tersebut untuk menunjungi Pulau Taliabu, agar dapat dilihat dari dekat dan bisa dibandingkan dengan beberapa daerah Kabupaten dan Kota di Maluku Utara pada usia enam tahun sebelumnya dan saat ini.

”Sekali – kali pak Profesor dan pak Doktor ke Taliabu untuk melihat dari dekat, kira-kira Kabupaten/Kota di Maluku Utara pada usia enam tahun pembangunan sudah seperti di Pulau Taliabu atau belum. Bahkan saat ini juga Pulau Taliabu terbilang berkembang dari sisi pembangunan, bila dibandingkan dengan beberapa kabupaten kota yang ada,” paparnya.

Selain itu juga dikatakan, Pulau Taliabu merupakan daerah otonom baru yang mekar pada tahun 2013 dan merupakan daerah yang sangat tertinggal, sehingga masih dibutuhkan upaya dan kerja keras untuk membangun.

“Sebagai daerah baru, punya kendala selain terbatasnya infrastruktur kita, lainnya yang sangat dirasakan adalah minim Sumber Daya Manusia (SDM) di beberapa bidang,” ucapnya.

Dimana sejak dilantik sebagai Bupati Kabupaten Pulau Taliabu pada tahun 2016 lalu, Aliong Mus mengaku terus menggenjot beberapa pekerjaan pembangunan infrastruktur dalam kurun waktu 4 tahun. Diantaranya pembukaan ruas jalan keliling Pulau Taliabu, pekerjaan jalan Lapen, pekerjaan jalan, pembukaan badan jalan, penimbunan jalan tanah, pembuatan gorong-gorong serta pembuatan jembatan penghubung antara desa maupun kecamatan.

Sedangkan untuk bidang SDM, katanya telah dibangun sarana pendidikan dari desa sampai kecamatan.

“Kami sadari bahwa pendidikan mampu mendorong terciptanya SDM, makanya kita genjot pembangunan sekolah,” jelasnya.

Begitu juga dengan Bidang kesehatan, dirinya mengakui lima tahun jabatannya, Pemda mengalami kendala terbatasnya infrastruktur termasuk SDM dalam memberikan pelayanan kesehatan ke masyarakat. Untuk menjawab itu, dirinya telah membangun Pustu dan Puskesmas disetiap kecamatan, dan terpenting saat ini Pemda bekerjasama dengan Unkhair Ternate menyekolahkan putera-puteri Taliabu di Fakultas Kodekteran Unkhair.

“Kita anggarkan setiap tahun dana sebesar Rp.100 juta untuk menciptakan tenaga dokter sebagai jawaban atas kendala SDM di bidang Kesehatan,” paparnya. *(Hermawan)