Ust.Taufik Suprapto, S.Sos.I, salah satu Penyuluh Agama Islam (PAI-Non PNS) di KUA Cikarang Timur, Bekasi

TOPIKKITA.COM | Bekasi – Ustad Taufik Suprapto, S.Sos.I, pimpinan Majlis Ta’lim dan Dzikir “Darut Taufiq” beri Tausyiah Agama dalam acara Pengajian Bulanan di Perum Grand Cikarang City (GCC) Gang Lantana, blok C, Desa Karang Raharja, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sabtu malam Minggu (16 Nov. 2019).

Acara di mulai ba’da Isya pukul 20.00 s/d 23.00 Wib. Dengan diisi rangkaian acara : pembacaan dzikir Ratib al Haddad, Tawasul, pembacaan maulid Nabi (Albarzanji), di akhiri Tausyiah agama dan penutup doa. Selanjutnya, ramah tamah dan makan bersama.

Acara ini di prakarsai oleh pak RW Maryadi, DKM Masjid Baitul Jannah dan para Asatidz yang dihadiri oleh mayoritas warga sekitar komplek Perum GCC bapak – bapak, ibu – ibu, juga para remaja dan anak – anak.

Ust. Taufik Suprapto kebanyakan para jamaahnya kerap menyebut dengan panggilan UT, yang saat ini sedang merintis Pondok Pesantren di Kampung Rukem, Desa Jatireja, Kecamatan Cikarang Timur, Bekasi, dalam tausyiahnya secara panjang lebar dengan bahasa lugas dan mudah dimengerti, diselingi candaan ringan, membuat para jamaah tak bergeming dari tempat duduknya mendengarkan untaian hikmah sampai acara tuntas.

Secara kesimpulan, UT menyampaiakan “bahwa kelak di akhirat akan ada Tiga Kesaksian terkait umur manusia ketika hidup di dunia akan dipertanggung jawabkan. Pertama yang menjadi saksi adalah anggota tubuh kita. Mulut akan terkunci, sementara kedua tangan akan bicara, dan kaki menjadi saksi. Kedua, adalah Bumi yang kita pijak ini. Di akhirat nanti, bumi akan berbicara dihadapan Alloh Swt terkait hamba – hambanya yang pernah menginjakkan kakinya di atas bumi. Tentu, perihal yang dilakukan bumi ini adalah atas kehendak – Nya. Dan yang ketiga adalah Alloh Swt langsung yang memberikan kesaksian. Sebab Alloh Swt Maha Melihat dan Mendengar segala aktipitas kita selama hidup di dunia.” terangnya.

Di akhir penghujung ceramahnya, UT berpesan kepada para jamaah agar bisa menjaga diri masing – masing dari siksa api neraka. Khususnya bagi para pimpinan keluarga, agar bisa sebaik – baiknya memimpin keluarganya (anak, istri) agar bisa Sakinah, Mawaddah warohmah menuju keridoan Allah Swt. Dan dengan sisa umur kita saat ini agar digunakan untuk memperbanyak bekal demi kehidupan yang sesungguhnya di akhirat kelak. Jelas UT. *(Burhan)