TOPIKKITA.COM | MALUKU UTARA – Sebanyak 50 Orang Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Pulau Taliabu Resmi dilantik. Sabtu (18/01/2020). Pengurus DPD PPNI ini dilantik langsung oleh H. Muhlis Djailan, selaku Ketua DPW PPNI Provinsi Maluku Utara.Pelantikan pengurus tersebut sekaligus dilaksanakan Sumpah Profesi Perawat yang di ikuti sebanyak 150 orang di Aula Balai Rakyat Desa Kilong, Kecamatan Taliabu Barat, Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Ahmad Salawane (Asisten I Pulau Taliabu), H. Muchli Djailan (Ketua DPW PPNI Maluku Utara), Tri Harmono (Dirut RSUD Pulau Taliabu), Aema La rakaba (Mewakili Kadinkes), Brigpol Fajri (Mewakili Polsek Talbar).

Ketua Pelaksana Pelantikan Pengurus DPD PPNI, Amirulah Soamole dalam sambutannya mengatakan bahwa, PPNI Kabupaten Pulau Taliabu merupakan organisasi profesi yang baru saja terbentuk dan terlahir melalui Musyawarah Kabupaten yang disebut dengan Muskab. Sesuai dengan ketentuan AD-ART PPNI yang berfungsi sebagai wadah bagi para anggota dan sistem yang terkoordinir perawat di lingkup Kabupaten Pulau Taliabu.Lanjutnya, DPD PPNI Kabupaten Pulau Taliabu merupakan intruksi dari Dewan Pimpinan Wilayah Provinsi Maluku Utara sesuai ketentuan anggaran AD-ART PPNI. Muskab diadakan sekurang-kurangnya sekali dalam 1 priode kepengurusan.

Adapun pengurus wilayah PPNI Nomor 083/DPW PPNI/SK/K.S/11/2019 tentang pengesahaan susunan DPD PPNI Kab. Pulau Taliabu Priode Tahun 2019 s.d 2024 .Sementara itu, H. Muchlis Djaelani Ketua DPW PPNI Provinsi Maluku Utara mengatakan, jumlah perawat di Provinsi Maluku Utara berjumlah kurang lebih 70.000 orang diantaranya status pegawai, dan pegawai Honor dan lain – lain. Yang dinyatakan pegawai tetap, yang bersertifikasi masih 20% dan di tahun 2021 nanti bila tidak ada sertifikasi, maka tidak dapat melayani dilapangan sesuai aturan harus ada Surat Tanda Registrasi (STR) dan bila tidak ada STR tetap kita dapat memberikan pelayanan. Tetapi diperjalanan ketila mendapat sesuatu yang berkaitan dengan proses hukum dapat dikenai hukuman. Oleh karena itu, Kata Muchlis, rekan – rekan harus mengambil inisiatif kreatif diri untuk mengikuti perkembangan dari sisi kedepan, walaupun demikian sisi lain ada kelemahan dan Munas pada Februari 2020 di Kota Bali akan mendorong terus perawat di Provinsi Maluku Utara.

Diharapkan pula saran kepada Pemda Pulau Taliabu agar mendorong perawat untuk meneruskan pendidikan ke jenjang dan sertifikasi yang lebih tinggi, karena ini salah satu tujuan dari Kementerian Kesehatan RI.

Sedangakan Sambutan Bupati Pulau Taliabu yang di bacakan oleh, Ahmad Silawane (Asisten I) ia mengatakan, “saya ucapkan selamat dan sukses atas pelantikan Ketua dan Pengurus DPD PPNI Kabupaten Pulau Taliabu periode 2019 – 2024. Semoga dengan terbentuknya organisasi perawat di Kabupaten Pulau Taliabu bisa membawa perubahan yang lebih baik dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Lanjutnya, “Sebagaiman Dalam pembukaan UUD 1945 tercantum jelas cita – cita bangsa indonesia untuk mencapai tujuan nasional tersebut diselenggarakan upaya pembangunan yang berkesinambungan, menyeluruh, terarah dan terpadu termasuk diantaranya pembangunan kesehatan, jelas diperlukan sumber daya manusia kesehatan yang handal,” jelas bupati dalam sambutannya yang diwakilkan. *(Hermawan).